Tag

, ,

Sering sekali dalam pergaulan terjadi kesalahpahaman antara seseorang dengan yang lainnya, yang akhirnya akan berlanjut pada permusuhan. Tidak jarang juga dapat menimbulkan perkelahian. Konflik. Ya sebuah konflik telah terjadi pada diri kita dengan orang lain.

Umumnya konflik terjadi karena sebuah ketidakmengertian akan perasaaan orang lain. Hingga membuat satu sama lain merasa dilecehkan. Tapi, sebenarnya di balik semua masalah ini ada beberapa pelajaran yang menarik untuk kita.

Sebenarnya, untuk dapat menjaga perasaan orang lain butuh keterampilan dan kebiasaan. Bukankah kita sendiri memiliki perasaan, dan begitu juga dengan orang lain. Memang seringkali kita melupakan bahwa teman kita juga mempunyai perasaan seperti kita. Dan kita kadang juga lupa bahwa kesabaran seseorang itu ada batasnya. Kita semua tahu rambut boleh sama hitam tetapi hati setiap orang berbeda. Masalahnya sekarang adalah apa yang kita anggap baik untuk kita lakukan belum tentu baik pula untuk orang lain. Di sini lah sebenarnya apa yang kita sebut dengan perasaan itu berperan.

Maka kita harus menjaga perasaan orang lain dalam bergaul supaya mereka tidak tersinggung dan lain sebagainya. Menjaga perasaan sesama kita agar ada tenggang rasa dalam batas-batas kewajaran. Sebab kalau tidak, ketegangan, pertentangan, dan konflik akan selalu timbul di sekitar kita. Nah, untuk menjaga persaan orang lain di lingkungan pergaulan kita, marilah kita urai menjadi beberapa item :

  1. Anggaplah teman itu seperti diri kita sendiri, memiliki hati nurani dan perasaaan yang sama seperti yang kita miliki.
  2. Pikirkanlah lebih jauh ke depan akibat dari sesuatu yang kita lakukan.
  3. Mulailah belajar memahami dan mengenali sifat masing-masing, hingga kita dapat menyesuaikan diri satu sama lain.

Dengan begitu kita jadi bisa memperluas pergaulan dengan siapa saja dan sekaligus terhindar dari pertentangan dan konflik yang sebenarnya tidak kita inginkan bersama.

Pandai menempatkan perasaan akan semakin lengkap bila kita juga memiliki kepandaian dalam hal mendengar. Seringkali konflik terjadi karena kita tidak memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara, sehingga kesempatan untuk mendengarpun menjadi tertutup.

Beberapa hal berikut ini mudah-mudahan cukup membantu :

Ciri bahwa diri kita sebagai pendengar yang baik:

  1. Memandang lawan bicara.
  2. Bertanya untuk menegaskan pertanyan penting lawan.
  3. Bertanya perasaan dan keadaan lawan.
  4. Ulangi sedikit kata-kata yang dibicarakan.
  5. Berprasangka baik.
  6. Dengan cepat mengikuti pembicaraan.
  7. Memperhatikan, tenang dan emosi terkendali.
  8. Tidak memotong pembicaraan.
  9. Tidak mengubah pokok pembicaraan yang belum selesai.

Sedangkan ciri bahwa diri kita perlu memperbaiki diri dalam mendengar adalah :

  1. Selalu mengganggu pembicaraan.
  2. Melompat ke soal lain yang tidak anyambung.
  3. Memotong pembicaraan.
  4. Mata mencurigakan dan penampilan buruk.
  5. Tidak dapat mengambil intisarinya.
  6. Tidak ada reaksi kala ditanya.
  7. Tidak bergairah.
  8. Tidak berkharisma.

Untuk menegaskan kemampuan dan daya tangkap baik, maka tanyakan kepada diri kita :

  1. Apakah saya telah menjadi pendengar yang baik ?
  2. Apa saya sudah mampu berkomunikasi ? Maukah mereka mengutarakan masalahnya kepada saya ?
  3. Maukah saya mendengar dan memberi mereka kesempatan bicara ?
  4. Adakah perasaan puas ketika saya dapat mengerti keadaan orang lain?

Selamat bersahabat…..