Tag

, , ,

myopera

Seringkali kita mendengar orang –juga kita barangkali– yang menyukai kata NANTI, akibatnya harapan-harapannya selalau sangat jauh. Apabila kita meminta sesuatu kepadanya atau menunjukkan suatu pekerjaan dan menyerukan kebaikan kepadanya, jawabannya, “Nanti.” Itu adalah kata kemalasan, penyesalan dan kerugian. Jika kita katakan kepadanya, “Mulailah menghafal Al-Qur’an.” Maka jawabannya, “Nanti aku menghafalnya. Sekarang ada urusan yang harus aku selesaikan”. Seolah-olah zaman menjamin keabadian baginya, seakan-akan malam berjanji memberikan kekekalan kepadanya.

Kawan, marilah kita  mulai melatih diri untuk tidak suka menunda-nunda pekerjaan dengan kata NANTI dan menggantungkan lamunan padanya, Bila itu terjadi, maka kita dalam bahaya. Kata NANTI hanyalah slogan milik orang-orang yang bangkrut, mottonya para pecundang, tembangnya para pemalas dan dalihnya para penganggur. Allah SWT berfirman, “Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka.” (QS. At-Taubah : 46).

Tepiskan kesangsian, bangkitkan motivasi diri, nyalakan api semagat juang, insya Allah SUKSES menjadi HAK kita…… [*]