Tag

,

spoiledchildren

Al-Mawardi menuturkan perkataan Hippocrates, dokter Yunani, “Jika Anda bersedih karena kehilangan sesuatu, jangan teruskan kesedihan itu, melainkan anggap saja ia kaca yang pecah yang takkan bisa kembali utuh. Yang lalu biarlah berlalu.”

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa mengingat-ingat masa lalu yang tragis hanyalah akan menimbulkan kekecewaan, penyesalan dan kesediahan. Firman Allah, “Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-Hadid : 23). Supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu.” (QS. Ali Imran : 153) . “Karena yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan di dalam hati mereka.” (QS. Ali Imran : 156)

Alangkah baiknya bila kita berdo’a untuk menghilangkan kesedihan :

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”
Kata Abu Umamah: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah ta’aala berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353). [*]