Tag

, ,

salamanAda suatu kisah, Rasulullah sedang duduk bersama para sahabatnya, lalu beliau berkata kepada para sahabatnya, “Sebentar lagi akan datang kepada kalian seorang penghuni surga”. Lalu para sahabat mengalihkan pandangannya ke pintu masuk dan mereka menyaksikan seorang lelaki dari kaum Anshar datang menuju tempat mereka. Dari wajahnya tampak ketaqwaan, kesederhanaan, dan sikap toleransi yang tinggi. Akhirnya seorang sahabat rasul yang bernama Abdullah bin Amru suatu ketika memberitakan apa yang didengarnya dari Rasulullah kepada lelaki tsb dan menanyakan padanya akan satu amal saleh yang mungkin disembunyikannya, yang membuatnya berhak mendapatkan tempat di surga. Lelaki tsb menjawab, “aku tidk punya amalan lain, selain apa yang telah kau lihat. Aku melaksanakan shalat sebagaimana orang melakukannya. Aku melakukan ketaatan sebagaimana orang melakukannya. Bedanya..aku tidak pernah DENGKI terhadap siapapun atas kebaikan yang telah Allah anugerahkan kepadanya dan setiap kali aku hendak menuju tempat tidurku, aku tidak pernah menyimpan kedengkian kepada siapapun dalam hatiku”

Betapa disini kita bisa melihat integrasi hati dan cinta sebelum melakukan kewajiban ibadah. Diiringi hati di awal pekerjaan dan tetap diiringi hingga akhirnya, hati yang baik, suci dan bersih, hati yang tidak mengenal benci dan kedengkian, hati yang murah dan hanya menyimpan cinta, selalu cinta.

Rasulullah saw. bersabda, “bersikaplah toleran maka hilanglah kebencian” (al-hadist). Dalam hadist lain Rasulullah saw. bersabda, “tidak halal bagi siapapun dari kalian untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari lamanya” (al-hadist).