snackBiskuit coklat susu keju kemasan menarik harga Rp 500. Jajanan sejenis inilah yang dikonsumsi mayoritas anak2 sekolah di negri ini. Rp 500? ya! Rincianya? Kemasan Rp 100, laba pabrik Rp 100, laba toko Rp 100. Makanannya: Rp 200. Dapet apa Rp 200? Tepung, perasa susu, perasa coklat, perasa keju, pewarna susu, pewarna coklat, pewarna keju, n pengawet. Mana gizinya? Nothing. Yang ada: racun pada perasa, pewarna dan pengawet.

Biskuit coklat susu keju yang asli? Harga diatas Rp 5.000. Sebagian besar anak sekolah kita tidak kuat membayar harga seperti ini.

Maka, jadilah rasa keju lebih laris dari pada keju beneran. Rasa susu lebih laris dari pada susu beneran. Rasa ayam lebih laris dari pada ayam beneran.

Masyarakat kelas bawah dengan pendapatan keluarga dibawah Rp 2 juta perbulan adalah mayoritas bangsa ini. Tiap hari mereka memberikan seribu dua ribu kepada anak anak mereka yang sekolah untuk uang jajan. Itulah uang yang bisa mereka berikan untuk generasi harapan. Tetapi….yang dibeli adalah….racun.

Bagaimana solusinya: yang paling cepat dan praktis, jangan berikan uang saku kepada anak-anak. Berikan saja makanan untuk dibawa ke sekolah. Rp 1.000 bisa dibelikan sebiji telur. Rebus dan berikan sebagai bekal makanan anak-anak di sekolah. Lebih bergizi.

Bila kawan-kawan merasa informasi ini bermanfaat: tolong sampaikan kepada orang lain. Agar 20 tahun kedepan negeri ini berisi orang orang yang berkualitas. Otaknya tidak dipenuhi racun yang membahayakan!

Iman Supriyono
Strategic Finance Specialist pada SNF Consultinng,                                                        http://www.snfconsulting.com