Tag

, , , ,

imagesPengangguran adalah kebun angan-angan, sarang bisikan waswas dan kubangan desas-desus. Darinya dapat muncul berbagai keinginan dan pikiran negative. Ia adalah bagai gurun pasir yang tak bertanda dan tak berujung, yang menyesatkan pikiran, membutakan pandangan dan menghilangkan kewarasan.

Di gurun itu ketakutan merayap bersama pasukan ilusi dan serangan angan-angan yang datang bersama gempuran musibah.

Pengangguran adalah peluang bagi penyimpanga pikiran dari kesungguhan dan penyelewengan pemahaman dari ketepatan. Ia adalah rumah kosong tempat tinggal godaan dan ladang senda gurau dan maksiat. Ia adalah nikmat yang jarang sekali disyukuri dan hadiah yang seringkali ditolak.

Orang Cina menganggap pengangguran adalah rumah kegilaan. Seorang jenderal dalam bukunya yang berjudul “Sendiri” mengatakan “Hari-hari di dalam pengangguran sangat gelap seperti malam”.

Rasulullah bersabda : “Dua nkmat yang tidak disadari oleh kebanyakan orang, yaitunikmat kesehatan dan nimat waktu senggang”.

Orang yang sakit punya alasan untuk melewatkan waktu-waktunya dengan istirahat dan bersantai. Tapi orang sehat apa ada alas an untuk itu ? Sungguh ia tidak punya alasan sedikitpun untuk menghambur-hamburkan waktu, menyia-nyiakan kesempatan dan membuang-buang momentum .

Orang yang menganggur seperti orang yang bermimpi membangun rumah dan istana, lalu ketika terjaga semuanya lenyap. Pengangguran hanyalah akan menguatkan kekacauan dan kesuraman, mendatangkan kegelisahan dan keresahan. Di sana jiwa-jiwa menari diiringi dentingan angan-angan dan hati melenggak-lenggok bersama irama  kehampaan.

Pengangguran adalah penyakit klasik, dokternya hanyalah bekerja, obatnya adalah kesungguhan dan kerajinan. Kalau tidak, maka hanya akan mendatangkan kebinasaan dan kematian.

Dengan menganggur kewajiban di abaikan, yang fardhu ditinggalkan, tugas disisihkan, ketidakwarasan diperbesar, dan kehidupan diamputasi. Mereka sepanjang hari hanya terlena oleh angan-angan kosong yang tak pernah jadi kenyataan.

Dengan menganggur, api gosip akan semakin sangat cepat menyala, pohon fitnah akan semakin membesar, gunung-gungung janji palsu, pikiran-pikiran menyimpang dan kata-kata dusta akan segera meledak.

Orang yang tidak mengisi waktu luangnya, maka akan nol kebaikannya. Ia bagaikan menggambar pada fatamorgana dan menarik garis di atas air, karena ia telah kehilangan makna kehidupan, nilai zaman, harga waktu dan keagungan nikmat usia.

Ingat, bahwa orbit selalu beredar, matahari berlari di tempat edarnya, bulan-bulan ditetapkan manzilah-manzilahnya, pagi mulai menyingsing, malam mulai meninggalkan gelapnya, tapi orang yang menganggur hanya diam menunggu, kaku tak bergerak dan berdiri tak berjalan. [*]