Tag

, , , , , , ,

bendera-riBila melihat sosok dan kepribadian Antasari Azhar, saya tidak pernah ada prasangka buruk akan berbuat nekat, konyol dan penuh resiko. Kaget, terperangah, masygul  dan setengah tidak percaya ketika dinyatakan sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan Nazarudin seorang Direktur PT Putra Rajawali Banjaran tanggal 14 Maret lalu itu.

Saya mencoba merenungkan, Ketua KPK yang sejatinya menjadi salah satu tumpuan harapan kita dalam perang melawan kejahatan korupsi bisa tersandung oleh kasus pembunuhan. Memang kita harus tetap tidak mengabaikan asas praduga tak bersalah, namun dugaan keterlibatan ini sudah merupakan sebuah tragedi besar, lebih-lebih beliau sebagai Ketua KPK.

Kawan. Meskipun dugaan keterlibatan itu masih menunggu proses hukum, kasus ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan terhadap kredibilitas KPK. Saya sudah terlanjur berharap pada lembaga KPK yang dipimpinnya. Saya khawatir akan semakin maraknya praktik korupsi di Indonesia pasca pengungkapan kasus ini.

Peristiwa demi peristiwa silih-berganti pada sepekan terakhir ini, yang memalingkan perhatian kita sesaat dari hiruk-pikuk pemberitaan belum beresnya kinerja KPU pasca pemilu legislatif. Masih ada peristiwa lain yang terjadi secara beruntun yang menambah kekisruhan di negara kita tercinta ini.

Hari Rabu, 29 April, ketika sekitar 100 prajurit TNI AD Batalyon Infantri 751/Berdiri Sendiri mengamuk di halaman markasnya di Sentani, Jayapura, Papua. Sebelum perbincangan mengenai kasus itu surut, tiba-tiba hari berikutnya, Kamis 30 April 2009, media melaporkan peristiwa pelemparan batu terhadap mobil dinas Wapres Muhammad Jusuf Kalla yang sedang bergerak dalam iringan di Jakarta. Memang erangan itu tidak sampai melukai Wapres, tetapi memberi dampak psikologis kepada masyarakat tentang ketidak percayaan terhadap stabilitas keamanan nasional di saat suhu polotik sedang menghangat.

Keprihatinan terus berlanjut dalam pekan ini, flu babi. Ya, virus ini telah membuyarkan konsentrasi sebagian elite politik kita. Untuk Indonesia sendiri sudah ada 3 suspect karena terdeteksi oleh thermal detector. Temuan ini terjadi pada hari Sabtu 9 Mei 2009.

Kawan. Bukankah ini cobaan buat bangsa kita? Seberapa berdayanya bangsa ini bersatu dan berupaya untuk keluar dari berbagai peristiwa ini. Cobaan ini akan semakin bertambah sulit, datang bertubi-tubi, tumpang-tindih dan silih berganti bila ternyata tidak sampai dapat menggerakkan pemerintah, kaum elite dan mayarakat luas -tentunya kita juga di dalamnya- untuk lebih bersikap kreatif dan produktif dalam menghadapinya serta menuntaskannya. Terlebih saat ini bangsa kita sedang menghadapi persiapan pemilihan pemimpinnya.

Semoga Allah selalu memberi kemudahan pada bangsa ini. Amiin. [*]