Tag

, , , , ,

bukuBangsa Indonesia selayaknya bersyukur dangan anugerah letak geografis negara ini. Bangsa ini hidup dengan begitu banyak kemewahan alam dan melimpahnya nilai-nilai lokal yang sebenarnya mampu menjadi modal untuk maju serta berkembang melebihi bangsa-bangsa lainnya.

Bahkan bagi kaum Muslimin yang menjadi mayoritas penduduknya, penerapan formula gaya hidup a la Rasulullah SAW seharusnya menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang unggul dan menjadi contoh terbaik bagi bangsa lainnya.

Terlebih adalah saya sendiri, sebagai bagian dari bangsa ini harus membuktikan kesyukuran ini dengan mampu menunjukkan etos kerja sebagai seorang muslim.

Menarik untuk menjadi perbandingan, rahasia keberhasilan bangsa Jepang dalam beberapa bidang ekonomi dan kebudayaan, saya melihat sudah membuktikan dirinya sebagai barometer dunia saat ini. Saya tidak mungkin memungkiri, ada banyak hal yang telah mereka lakukan, sejalan dengan pesan Islam. Walaupun tentunya tidak berarti mereka lebih islami.

Buku berjudul Rahasia Bisnis Orang Jepang : Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia ditulis oleh Ann Wan Seng. Buku ini termasuk best seller di Malaysia karena sang penulisnya sendiri adalah seorang warga negara Malaysia dan menetap di sana.

Versi terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia ini diterbitkan oleh Penerbit Hikmah Zaman Baru dengan nomor ISBN 979-114-028-6 yang merupakan cetakan pertama pada bulan April 2007 kemarin.

Saya mencoba mengajak Anda untuk merenungkan, betapa banyak pesan Rasulullah yang (mungkin) belum kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, misalnya saja, orang Jepang tidak suka membuang waktu, konsistensi pada pekerjaan, ketekunan, semangat pantang menyerah, etos belajar tiada henti dan semangat kebersamaan demi mencapai kesejahteraan bersama. Hal-hal itu tentunya adalah nilai-nilai yang sebenarnya ditekankan secara terus-menerus dalam al-Qur’an dan diteladankan dalam Sunnah Rosululloh SAW.

Suka atau tidak suka dengan pernyataan ini, saya harus sadar mengatakan benar. Tapi kenyataannya terus terang saya masih jauh dari istiqamah dan bertahan utnuk terus bekerja lebih baik lagi.

Intinya adalah, saya harus banyak belajar dari orang lain, orang yang telah (secara istiqamah) membuktikan dengan kerja bukan dengan omong doang…..Talkless do more

Berikut beberapa hal yang saya mencoba berbagi untuk sama-sama merenungkan kebiasaan orang Jepang dari buku itu, tentunya tidak semuanya patut ditiru :

Panduan : Apakah ditiru atau tidak saya berikan analisa saya dengan :boleh, layak, wajib, tinggalkan dan pilihan.

1. Suka berjalan cepat (boleh)
2. Membaca saat dalam kendaraan (layak)
3. Tidak suka menggunakan Bahasa Inggris (pilihan)
4. Haus akan ilmu pengetahuan (buku-buku terbitan luar negeri akan ada di terjemahan Jepang dalam waktu 1-2 hari) (wajib)
5. Suka bekerja dalam sebuah tim dan bukan seorang yang pandai mempertahankan pendapat pribadi (wajib)
6. Menghabiskan banyak waktu di tempat kerja (tinggalkan (?))
7. Orang yang pulang cepat dari tempat kerja akan dianggap negatif : indikasi akan dipecat, sakit atau malas (layak)
8. Setelah pulang dari tempat kerja, orang Jepang akan menghabiskan waktu bersama rekan-rekan kerjanya sebelum pulang ke rumah (pilihan)
9. Tepat waktu / disiplin tinggi (wajib)
10. Dalam sebuah perundingan yang penting, orang Jepang sangat berhati-hati dan menggunakan waktu yang lumayan lama untuk memutuskan suatu kerja sama dengan pihak lain. Alur pembicaraan dalam sebuah perundingan akan di mulai dengan kata-kata yang santun dan dibarengi acara minum teh serta kalimat atau ungkapan joke sepanjang perundingan itu berlangsung. (layak)
11. Suka meniru produk buatan bangsa Barat. Mencari titik lemah dari produk tersebut kemudian membuat produk dengan dasar sama tetapi dengan penyesuaian pada segi kegunaan dan budaya mereka sendiri. Produk Jepang terkenal lebih ringan, mudah digunakan, hemat, dan lebih murah dibandingkan produk bangsa Barat yang ditirunya. (layak)
12. Tidak pernah melepaskan budaya tradisionalnya meskipun sudah menjadi negara indrustri dan mempunyai teknologi tinggi. (pilihan)
13. Menghabiskan banyak waktu dan uang untuk penelitian (layak)
14. Gila kerja tapi bukan kerja gila. Orang Jepang akan menghabiskan seluruh jam kerjanya untuk fokus bekerja dan bukan untuk mengobrol dengan rekan kerja atau bersantai-santai. (layak)
15. Jepang tetap dikenal sebagai negara Agraris dengan sektor pertanian sebagai andalan utamanya meskipun Jepang juga mempunyai sektor industri yang maju. (wajib)
16. Jepang tidak punya sumber alam yang memadai. Mereka mengimpor bahan mentah dari negara lain kemudian mengolahnya untuk kebutuhan mereka sendiri dan untuk di ekspor kembali. (pilihan)
17. Suka berhemat dan menabung. (wajib)
18. Perkembangan teknologi di Jepang sangat cepat. (layak)
19. Pendapatan perkapita Jepang lebih tinggi dari rata-rata pendapatan perkapita bangsa Barat. Tetapi gaji pokok mereka adalah yang paling minimum dibandingkan gaji pokok bangsa Barat.(pilihan)
20. Rela bekerja tanpa digaji oleh perusahaan dan menganggap bahwa pekerjaan adalah sebuah kewajiban. (layak)🙂
21. Pekerja Jepang dibayar dari hasil prestasi dan inovasi mereka saat bekerja dan bukan dari kedudukan. (wajib)
22. Dalam tim kerja, tidak ada atasan dan bawahan. Kedudukan atasan dan bawahan adalah sama dan sama-sama berhak mengajukan pendapatnya masing-masing. (layak)
23. Menjunjung harga diri dan tidak suka diremehkan. (wajib)
24. Mengubah citra dari bangsa yang bengis menjadi bangsa yang bersahabat. Merangkul lawan menjadi sahabat. (layak)
25. Mencintai produk dalam negeri. (wajib)
26. Tidak bisa bertahan dalam kondisi statis. (wajib)
27. Lebih suka memakai kendaraan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. (pilihan)

Semoga sajian ini dapat memotivasi langkah kita. Amin. [*]