Tag

, , ,

maret-2009-161Setelah menunggu sembilan bulan lamanya, Kemarin tanggal 27 April 2009, Alhamdulillah puji syukur pada Allah SWT, putri keempat lahir dengan selamat. Partus (persalinan) normal dijalani oleh Ummi Maula Pukul 11.55 WIB si Adik lahir.

Jam 05.30 pagi itu Ummi-nya sempat merasakan mulas pada perutnya, dengan Supra Biru kebanggaan kami, kupacu dengan harap-harap cemas dan tentunya dengan penuh perhitungan karena kawatir kalo “mbrojol” di jalanan heheheh.

Sampai di IRD RS Haji Surabaya, tolah-toleh mencari resepsionis, tidak ada ? Apa harus nunggu ya, sementara Ummi-nya udah keliatan gak tahan lagi. Akhirnya saya antar langsung ke VK (ruang bersalin). Alhamdulillah diterima sama bidan Lilik dengan ramah dan langsung dibimbing ke ruang bersalin. Pengennya sih cepat-cepat lahir, tapi apa mo dikata, nampaknya harus sabar menanti, karena bidan bilang masih bukaan 4. Beliau bilang insya Allah lahir pukul 09.00. Tunggu-punya-tunggu, gak keluar juga. Dalam pikiran, pasti kebiasaanya kambuh lagi nih. Kebiasaan : kehabisan tenaga saat ngeden. Ternyata dugaan itu benar, mau tidak mau Ummi-nya harus di-drive (dibantu obat pendorong). “Bapak mohon sabar ya”, kata suster saat itu. Fyuh…..Ya Allah! tabahkan saya, selamatkan anak dan isteriku.

Kersaning Gusti Allah kok ya pas Jum’atan di Masjid Ibnu Sina RS Haji, khotib waktu itu bicara masalah kejujuran, kesabaran dan kuasa Allah. Mantap sudah keyakinan, kalau bukan karena kuasa-Nya, bisa apa kita ini. Selain berharap ada juga yang malahan menjadi sombong. Astaghfirullah. Bada jum’atan dengan jalan zig-zag setengah lari, saya hampiri lagi VK, duduk sebentar, tak lama suster memanggil saya, “Suaminya Bu Dewi…..” deg…..rasanya tersentak mendengatr panggilan itu, tak sadar saya meloncat dari tempat duduk, “Ya…saya…..”, “Alhamdulillah anak bapak sudah lahir dengan selamat, perempuan, cantik dan bersih…., beratnya 3050 gr dengan panjang 50 cm” sambut bidan. Hampir-hampir lemas dibuatnya, sesosok bayi kecil disodorkan bu bidan ke pangkuan. Alhamdulillah ya….Allah! Terima kasih atas anugerah ini. Terus terang untuk beberapa saat saya gak inget Ummi-nya -saking girangnya kali!- kalau tidak diingatkan suster, “Pak Ibu minta diampiri….” he..he.. ada si adek Ummi-nya dilupakan”, seloroh bidan disambut gelak tawa suster-suster. Memang terlihat pucat dan lemah Ummi-nya. “Selamat ya Mi, Ummi pejuang sejati”.

Alhamdulillah, berakhir sudah usaha untuk mengeluarkan si Adek. Dia lahir dengan partus normal, sehat, bersih, dan yang pasti CANTIK kayak Ummi-nya hahahahaha. Sesaat setelah dilahirkan dan dipotong tali pusarnya disedot lendir di mulut dan hidungnya, tanpa dibersihkan dahulu badannya, langsung Adik dimimi-in Umminya. Allahu Akbar….baru didekap ibunya sudah bisa cari-cari dimana dia harus menyusu. Hebat nian….

Pukul 13.50 WIB pindah ke ruang rawat inap di gedung Shofa 2, alhamdulillah dapat kelas satu yang masih kosong -bukan sok milih lho, soalnya ruang lainnya sudah full- walaupun agak lebih mahal. di sanalah selama dua hari adak dan Ummi-nya dirawat untuk pemulihan.

Hikma Maulidya, itulah nama yang terlintas dalam benak, dan Ummi-nya setuju. Semoga dia menjadi anak yang Shalehah, berbakti dan bermanfaat pada agama, orang tua dan masyarat. Semoga Allah selalu melindunginya dari perbuatan yang tidak terpuji dan tidak di Ridhoi-Nya. Semoga Allah selalu memudahkan langkahnya dalam kehidupan dunia dan akhirat kelak. Semoga Allah merihoi semua apa yang dlakukannya, dan semoga dia menjadi lebih baik segala hal dari orang tuanya. Amien ya Rabbal alamin.