Tag

, , ,

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un. Hari-hari ini kita menjadi saksi atas tragedi tanggul Situ Gintung. Dilaporkan  Liputan6.com, korban tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Banten, hingga Sabtu (28/3) siang, mencapai 78 orang. Tim penyelamat terus mencari sekitar 90 korban lain yang dinyatakan hilang. Pencarian difokuskan di sekitar Kali Pesanggrahan dan genangan air yang belum surut. Bahkan Kompas melaporkan (1/4) korban meninggal yang sudah ditemukan genap 100 orang. Subhanallah, maha suci Allah yang memiliki kuasa mengadakan dan meniadakan sesuatu. Dengan tragedi ini sesungguhnya sanubari kita terus diketuk  untuk selalu empati terhadap penderitaan saudara kita. Dengan peristiwa ini, jangan sampai lengah dengan kondisi sekitar kita, bahwa musibah tidak melihat tempat. Sementara ini kita selalu merasa aman dari tsunami, karena kita jauh dari lautan. Sebagian lainnya kita merasa tenang dari longsor, karena tidak berada di kawasan pegunungan.

Nampaknya sudah saatnya kita introspeksi diri, sejauh mana sudah menyukuri nikmat Allah dan sebesar apa kewaspadaan dsan kita terhadap ujian-Nya. Mulailah untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban, baik dengan tenaga, dana ataupun apa yang mampu kita lakukan.

Lembutkan hati, jangan berfikir itu adalah musibah orang lain, siapa yang menjamin bila esok kita menghadap ilahi…..

situ4

Kondisi pasca tragedi