Tag

Belajar dalam kamus Wiki adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Dalam hal ini saya dan Anda menjadi pembelajar dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Apa yang kita lihat, dengar dan rasakan dapat menjadi bahan pelajaran yang berharga. Tidak ada waktu luang yang begitu saja lewat, tanpa kita manfaatkan untuk belajar. Taruhlah kita sedang duduk di sebuah taman, akan tampak banyak hal yang menjadi pelajaran bagi kehidupan. Entah dari seorang penyapu taman, para pejalan kaki, anak-anak yang sedang bermain bersama keluarganya, atau bahkan beberapa ekor burung yang begitu beragam jenisnya yang sedang bercengkrama di taman tersebut.

Apa yang menjadi pelajaran bagi kita, tentunya akan mengubah sikap dan perilaku kita. Bisa jadi pengalamn sesorang menemukan jati dirinya ketika dia sedang duduk sendiri di sebuah taman. Atau juga ketika berjalan menuju kantornya. Bisa juga suatu peristiwa kecelakaan yang akan mengingatkan dia akan kehati-hatian.

‘Ala kulli haal, perubahan itu harus ada setiap saat. Karena pelajaran pun datangnya setiap saat. Raihlah setiap kesempatan berharga, ketika kesempatan itu sirna, maka sirna pula kebaikan yang akan mengubah kehidupan kita. Apabila kebaikan sudah sirna, tidak ada lagi arti dari hidup ini.
Saya teringat seorang Kyai berkata :
“Sekali hidup, hiduplah yang berarti. Berani hidup, tak takut mati. Takut mati, jangan hidup. Takut hidup, mati saja”.

Langkah awal, tetapkan visi, selanjutnya jalankan apa yang kita tetapkan dengan teguh dan istiqaman. Kemudian bertawakkallah kepada Allah.

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ فَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ, أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ
Ya Allah, aku berharap rahmat-Mu. Karenanya, jangan serahkan aku pada nafsuku meski itu sekejap. Tatalah semua urusanku.

“Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Hud: 47).

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ.
“Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna.”

Saya ajak Anda untuk terus menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.