Tag

, ,

nyontek-1Kekhawatiran yang tinggi, baik sekolah, orang tua dan murid, menjadikan UNAS di negara kita rawan terjadi kecurangan. Berikut ini kecurangan yang saya temukan di berbagai tempat dalam tahun yang berbeda, menunjukkan intensitasnya yang terus semakin berkembang, menorehkan keprihatinan akan minimnya intelektualitas generasi mendatang.

Pertama, kiriman jawaban melalui SMS. Ini merupakan motif yang paling ngetren dalam beberapa tahun terakhir meski membawa hand phone ke dalam ruangan UN dilarang. Tetapi, berbagai media melaporkan bahwa motif ini merupakan bentuk kecurangan dalam UN yang cukup tinggi.

Kedua, hati-hati dengan tissu! Sejatinya benda ini digunakan untuk mengelap keringat atau ingus. Tetapi, dalam pelaksanaan UN tissu kadang kala menjadi media yang digunakan untuk menulis jawaban dan dengan mudah dilihat dan diedarkan. Kadang kala dalam ujian, tissu dipakai siswa untuk mengelap kotoran pada Lembar Jawaban Komputer (LJK), untuk hal seperti ini tidak ada masalah. Jadi, jangan lagi ada jawaban di balik tissu!

Ketiga, media ruang kamar mandi dan WC. Sejumlah peserta UN kadang kala meminta izin kepada pengawas untuk ke WC. dengan alasan buang air namun sesungguhnya datang untuk mengambil jawaban yang terselip di sana, yang sudah disiapkan orang tertentu.

Keempat, catatan kecil. Ini merupakan motif umum dan klasik yang kerap digunakan oleh siswa untuk mencontek dengan membuat catatan kecil dikertas yang kira-kira berukuran 10 x 10 cm yang berisi jawaban.

Kelima, menulis dianggota tubuh yang tersembunyi. Dibagian-bagian tubuh yang sulit seringkali dijadikan media kecurangan dalam UN.

Keenam, oknum pengawas masuk ke ruangan UN dan memberikan jawaban. Nekad dan tanpa rasa malu.

Ketujuh, oknum para guru yang disogok oleh orang tua murid untuk membetulkan jawaban saat selesai ujian secara bersama-sama dalam ruang rapat. Ini juga nekad dan membuat contoh tidak terpuji.

Kedelapan, guru mata pelajaran menjadi pengawas pada pelajaran tersebut dan meladeni setiap pertanyaan siswa dengan alasan ada ketidakjelasan dalam soal. Huuh ada aja alasan…

Kesembilan, Penggunaan soal sisa, soal sisa digunakan oleh oknum guru dan mencari jawaban yang kemudian jawabannya di isikan ke LJK siswa setelah selesai sebelum dimasukan ke Amplop dan dilem, mungkin bisa juga diisikan pada LJK kosong yang tersedia, dll.
Kesepuluh, pengeleman Amplop Lembar Jawaban Komputer di luar ruangan kelas (di ruang panitia sekolah). Pengeleman dilakukan setelah LJK diperbaiki atau bahkan setelah ditukar dengan LJK yang diisikan oleh panitia khusus dari sekolah yang berbuat curang.

Kesebelas, Pengawasan UN yang longgar. Para pengawas pengawas UN dengan sengaja melonggarkan pengawasan sehingga para siswa punya kesempatan untuk saling mencontek atau menanyakan jawaban. Para pengawas UN di kelas lebih banyak menunggu di luar sembari membaca koran” ada yang dengan sengaja memberi kesempatan kepada para siswa untuk saling mencontek.

Keduabelas, ada tim dari oknum guru/pengawas/panitia ujian yang bekerja setelah UN selesai. Biasanya murid diminta tidak menjawab pertanyaan yang dianggap sulit karena nantinya tim yang akan mengisi. Tapi ada pula yang membiarkan murid menjawab. Apabila salah, tugas tim sukses yang akan membetulkan.

Sumber :

http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/

www.pikiran-rakyat.com

http://www.duniaesai.com/pendidikan/pend15.htm

Apakah masih ada lagi ?